Sabtu, 03 November 2012

Perbedaan Pancang dengan metoda hammer dan metoda Jack in Pile



Ada beberapa jenis/type pondasi dalam kontruksi bangunan tingkat menengah. Kali ini moderator akan membahas tentang pondasi tiang pancang yang sering ditemui dipasaran.
Pada proses pemancangan tiang pancang ada 2 metode umum yang sering digunakan di lapangan diproyek, yakni 
metode jack-in pile.dan metode hammer.

Pertama Metode JACK-IN Pile adalah metode pemancangan dengan menggunakan Mesin Pancang Hydraulic dimana proses pemancang tiang pancang dengan memberikan tekanan beban secara STATIS (beban tetap, baik besarnya (intensitasnya), titik bekerjanya dan arah garis kerjanya) pada tiang pancang, penekanan/pemancangan tiang akan berhenti bila tiang telah mencapai tanah keras aktual (bisa sesuai data sondir report dan bisa juga kurang atau lebih dalam dari kedalaman sondir). 

Metode Kedua yakni dengan Metode Hammer dimana proses pemancang tiang pancang dengan memberikan tekanan beban secara Dinamik pada bagian ujung tiang dengan cara menjatuhkan beban ke tiang pancang seperti dipukul secara berulang ulang hingga penetrasi tiang pancang sudah maksimum.
Metoda Hydraulic Jack-In
Metoda Hammer

Metoda Jack In Pile memiliki beberapa Kelebihan dibanding Metoda Hammer antara lain :

- Menghasilkan Daya dukung Gesek tanah yang lebih baik karena metoda hydraulic jack-in (metoda penetrasi tekan statis) sehingga tanah yang tadinya mendorong kesamping akibat penetrasi tiang, dalam beberapa jam tanah yang terdorong akan kembali menjepit tiang dan memberikan daya dukung tambahan (friksi tanah terhadap tiang akan semakin besar)
- Tidak menghasilkan suara bising seperti pada hammer (umumnya menggunakan Silent Genset sebagai main power untuk aktifitas mesin hydraulic jack in) sehingga tidak menghasilkan polusi asap yang cukup berarti
- Output pekerjaan/ produktifitas kerjanya lebih baik daripada hammer (untuk pekerjaan pemancangan dimana penetrasi max adalah rata tanah , minimum 300m' / hari ~ 10jam kerja/hari)
- Tidak menimbulkan getaran disekeliling sehingga aman buat bangunan di dekatnya (Minim Retak Struktural pada bangunan tetangga).
- Tidak diperlukan loading test beban aksial, karena mesin hydraulic jack-in dilengkapi dengan pressure gauge (MPA) sehingga beban aksial aktual dapat diketahui dari pembacaan nilai MPA pada pressure Gauge diinstrument mesin. 
Kekurangan Metoda Hydraulic Jack In adalah  :
- Tidak maksimal pengerjaannya jika terjadi hujan karena bila tiang diperlukan welding/pengelasan sambungan maka proses penyambungan tiang pancang.butuh waktu lama 
Mesin Hydraulic dengan Roda Crawler


- Jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In Robot lambat untuk berpindah dari satu titik ke titik pemancangan yang lain, sedangkan jika menggunakan Mesin Hydraulic Jack In dengan roda Crawler : cepat untuk berpindah dari satu titik ke titik pemancangan yang lain, akan tetapi tidak terlalu baik dalam pressure pemancangan dan kurang siku (tergantung permukaan tanah yang menjadi landasan)
Mesin Hydraulic dengan Crane




- Pada saat mobilisasi mesin kelokasi proyek mesin Hydraulic jack-in sangat tergantung terhadap ketersediaan Tronton dan crane service (Mobile Crane). sedangkan dalam proses pemancangan bila mesin tidak dilengkapi dengan crane maka harus disediakan juga diproyek  crane service (Mobile Crane) dimana fungsi dari crane disini adalah sebagai alat untuk mengangkat tiang pancang dimasukkan ke dalam penjepit hydraulic jack dan pemancangan pun dapat diilakukan.


Metoda Pelaksanaan Pemancangan dengan Hydraulic Jack In:

1. Perkerjaan persiapan.
- Kontraktor pancang harus menerima beberapa dokementasi pendukung pekerjaan dari pemberi kerja antara lain : Sondir Report dan atau Data Bor Log, Lay out drawing titik pancang dan working load rencana untuk kemudian diketahui berapa tiang ukuran yang akan dipakai.
- Kontraktor pancang memberikan proposal kerja berupa penawaran (quotation), time schedule produksi tiang dan pelaksanaan, bila diperoleh kesepakatan maka akan ditindaklanjuti dengan survey lokasi; dimana harus dipastikan akses kelokasi cukup baik dan tanah dilokasi harus merupakan tanah padat untuk menghindari tronton dan crain service ambles ketika mobilisasi kelokasi.

Lokasi belum siap 

  
Ambles karena kepadatan tanah kurang

Lokasi cukup padat dan rata; siap untuk mobilisasi mesin



2. Mobilisasi Mesin.
Mobilisasi mesin menggunakan 5 tronton + 1 Crane Service
Persiapan Mobilisasi dari Workshop
Crane Service Memasuki Lokasi














Setting Mesin Menggunakan Crane Service





 Diikuti 5 Tronton yg membawa Mesin










MESIN PANCANG HYDRAULIC JACK IN KAPASITAS 120 TON TELAH SIAP UNTUK DIGUNAKAN


3.Pemancangan.
Tiang dikirim tiap hari menggunakan tronton
Pertama : Suplay/kedatangan tiang pancang keproyek dipersiapan sedemikian mungkin sesuai dengan kebutuhan harian pemancangan.






Proses pemancangan dengan grip ujung

Kedua
mengangkat tiang pancang menggunakan crane dan kemudian dimasukkan ke dalam grip(jepit) pada mesin hydraulic jack-in. Tiang ditekan secara statis ke dalam tanah. 
Sebagai tambahan : jarak terdekat titik pancang kedinding tetangga adalah 70-80 cm (seperti terlihat pada gambar) menggunakan Grip Ujung dengan kapasitas maksimum = +/-50% dari kemampuan mesin. Sedangkan bila menggunakan Grip Tengah maka Kapasitas Tekan adalah 100% dari kemampuan mesin.
Pemancangan dengan Grip Tengah
Pengoperasian MESIN Hydraulic Jack In di dalam Kabin 
Ketika tiang pancang ditekan ke dalam tanah dapat dibaca nilai MPA pada Pressure Gauge yg menunjukkan kekuatan daya dukung tanah.


Welding Sambungan
Ketiga: apabila tiang pancang tinggal 2 meter dr permukaan tanah dan belum mencapai MPA yang diinginkan maka tiang disambung dgn tiang pancang berikutnya. Proses penyambungannya dengan pengelasan (welding), dimana pada masing ujung tiang pancang terdapat plat baja yg gunanya untuk media penyambungan.




Keempat: apabila tiang pancang yang kedua tinggal 2 meter dr muka tanah dan kedalaman pemancangan sudah hampir mendekati kedalaman sondir dan MPA bacaan pada pressure gauge sudah hampir mendekati MPA yang diinginkan, maka untuk tiang berikutnya dimasukkan alat bantu yg berupa baja solid yg bentuknya sama dgn tiang pancang (tiang doly) agar diharapkan tiang dapat terdorong rata tanah ataupun didorong lebih jauh lagi masuk kedalam tanah (jika nantinya hendak digali untuk pembangunan basement).


PRESSURE GAUGE
Kelima: apabila Mesin pancang telah mencapai MPA yang diinginkan, dapat ditandai dengan bacaan pada pressure gauge dan apabila dorongan mesin sudah melewati kemampuan mesin maka mesin akan terangkat sebagian ini pertanda bahwa pemancangan sudah mencapai tanah keras maka proses pemancangan sudah selesai.






4.Demobilisasi.
5 Tronton standby di depan proyek
Crane Service standby

Mesin siap untuk dibongkar

MESIN SIAP UNTUK DEMOBILISASI KE WORKSHOP





Pesan Sponsor     :p      :p     :p

Penggunaan Mesin Hydraulic Jack In adalah cukup bijak sana untuk mendapatkan hasil dan keakuratan PRESSURE pada saat pemancangan dilakukan....

PT.INDOPILE tidak menjanjikan harga yang kompetitif kepada costumernya tetapi menjanjikan kualitas  pekerjaan pemancangan terbaik dengan pressure gauge pada mesin selalu terkalibrasi, presisi mengenai schedule dan Standart Operational yang terbaik buat proyek costumernya....

HUBUNGI KAMI JIKA ANDA MEMBUTUHKAN YANG LEBIH BAIK....

Sabtu, 08 September 2012

Sekilas Mengenai Workshop PT.Indopile (Lokasi Produksi, Penyimpanan dan Persiapan Mesin sebelum diberangkatkan ke Lokasi Project). Berada di Jalur Utama Commercial Cikarang



 
                Lokasi Penyimpanan Counter Weight 


























Lokasi Penyimpanan Plat Baja
















Lokasi Produksi & Penyimpanan Tiang





,tersusun bersih dan rapi dengan perawatan (curing beton) secara berkala sehingga dipastikan kualitas tiang cukup baik sesuai dengan mutu yang diinginkan (K450 atau K500)

Proses Produksi Menggunakan Cetakan

,dengan jumlah cetakan tiang yang cukup banyak kita mampu memproduksi cukup banyak tiang square dengan variasi dimensi dan panjang (3,6,7,9 m) yang berbeda-beda, sesuai kebutuhan dan permintaan dengan mutu yang diinginkan (K450 atau K500)



Ketersediaan Mesin Pancang 
PT.Indopile Memiliki Mesin Pancang Mini Pile dengan sistem " Hydraulic Jack In Pile " dimana kapasitasnya beragam, mulai dari Mesin 500 ton, 240 ton, 120 ton. Mampu melayani pemancangan mini pile square dan I-beam dengan " KONDISI MESIN TERAWAT BAIK dan dengan KAPASITAS yang SELALU TERKALIBRASI sesuai KAPASITAS TONNAGE ASLINYA (120 ton, 240ton & 500 ton) "

MESIN Kapasitas 500 TON

MESIN Kapasitas 240 TON

MESIN Kapasitas 240 TON

MESIN Kapasitas 120 TON

MESIN Kapasitas 120 TON

MESIN CRAIN Kapasitas 25 - 40 TON

GEMSET dan TANGKI SOLAR

PERSIAPAN LOADING MESIN

PERSIAPAN LOADING MESIN

PERSIAPAN LOADING MESIN


















PERSIAPAN KEBERANGKATAN MESIN














































PENGECEKAN KONDISI MESIN

PENGECEKAN KONDISI MESIN

PENGECEKAN KONDISI MESIN


PENGECEKAN KONDISI MESIN



















Minggu, 26 Agustus 2012

Mekanika Tanah (Pengelompokan Batu dan Tanah - Kohesif & Non Kohesif)

Ilmu Mekanika Tanah adalah ilmu yang alam perkembangan selanjutnya akan mendasari dalam analisis dan desain perencanaan suatu pondasi. Sehingga para siswa disini dituntut untuk dapat membedakan antara mekanika tanah dengan teknik pondasi.
Mekanika tanah adalah suatu cabang dari ilmu teknik yang mempelajari perilaku tanah dan sifatnya yang diakibatkan oleh tegangan dan regangan yang disebabkan oleh gaya-gaya yang bekerja. Sedangkan Teknik Pondasi merupakan aplikasi prinsip-prinsip Mekanika Tanah dan Geologi. , yang digunakan dalam perencanaan dan pembangunan pondasi seperti gedung, jembatan, jalan, bendung clan lain-lain. Oleh karena itu perkiraan dan pendugaan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan dilapangan dari kondisi ideal pada mekanika tanah sangat penting dalam perencanaan pondasi yang benar.
Agar suatu bangunan dapat berfungsi secara sempurna, maka seorang insinyur harus bisa membuat perkiraan dan pendugaan yang tepat tentang kondisi tanah dilapangan.

1. DEFINISI MEKANIKA TANAH
Sejarah terjadinya tanah, pada mulanya bumi berupa bola magma cair yang sangat panas. Karena pendinginan, permukaannya membeku maka terjadi batuan beku. Karena proses fisika (panas, ding in, membeku dan mencair) batuan tersebut hancur menjadi butiran-butiran tanah (sifat-sifatnya tetap seperti batu aslinya : pasir, kerikil, dan lanau.) Oleh proses kimia (hidrasi, oksidasi) batuan menjadi lapuk sehingga menjadi tanah dengan sifat berubah dari batu aslinya.
Disini dikenal Transported Soil: adalah tanah yang lokasinya pindah dari tempat terjadinya yang disebabkan oleh Miran air, angin, dan es dan Residual Soil adalah tanah yang tidak pindah dari tempat terjadinya.
Oleh proses alam, proses perubahan dapat bermacam-macam dan berulang. Batu menjadi tanah karena pelapukan dan penghancuran, dan tanah bisa menjadi batu karena proses pemadatan, sementasi. Batu bisa menjadi batu jenis lain karena panas, tekanan, dan larutan.


Batuan dibedakan :
-           Batuan beku (granit, basalt).
-           Batuan sedimen (gamping, batu pasir).
-           Batuan metamorf (marmer).
Tanah terdiri atas butir-butir diantaranya berupa ruang pori. Ruang pori dapat terisi udara dan atau air. Tanah juga dapat mengandung bahan-bahan organik sisa atau pelapukan tumbuhan atau hewan. Tanah semacam ini disebut tanah organik.
a.     Perbedaan Batu dan Tanah
Batu merupakan kumpulan butir butirmineral alam yang saling terikat erat dan kuat. Sehingga sukaruntuk dilepaskan. Sedangkan tanah merupakan kumpulan butir butir min al alam yang tidak melekat atau melekat tidak erat, sehingga sangat mudah untuk dipisahl4n. Sedangkan Cadas adalah merupakan peralihan antara batu dan tanah.
b.     Jenis-Jenis Tanah Fraksi-fraksi tanah (Jenis tanah berdasarkan ukuran butir)
(1). kerikil (gravel)   2.00 mm
(2). pasir (sand)       2.00 — 0.06 mm
(3). lanau (silt)    0.06 — 0.002 mm
(4). lempung (clay)    0.002 mm
Pengelompokan jenis tanah dalam praktek berdasarkan campuran butir
(1).           Tanah berbutir kasar adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupa pasirdan kerikil.
(2).           Tanah berbutir halus adalah tanah yang sebagian besar butir-butir tanahnya berupalempung dan lanau.
(3).           Tanah organik adalah tanah yang cukup banyak mengandung bahan-bahan organik.
Pengelompokan tanah berdasarkan sifat lekatannya
(1).           Tanah Kohesif : adalah tanah yang mempunyai sifat lekatan antara butir-butirnya. (tanahlempungan = mengandung lempung cukup banyak).
(2).           Tanah Non Kohesif : adalah tanah yang tidak mempunyai atau sedikit sekali lekatanantara butir-butirnya. (hampir tidak mengandung lempung misal pasir).

(3).           Tanah Organik : adalah tanah yang sifatnya sangat dipengaruhi oleh bahan-bahanorganik. (sifat tidak baik).



Indonesia adalah negara kepulauan dengan daratan yang luas dengan jenis tanah yang berbeda-beda. Berikut ini adalah macam-macam / jenis-jenis tanah yang ada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1. Tanah Humus
Tanah humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari lapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat.
2. Tanah Pasir
Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil.
3. Tanah Alluvial / Tanah Endapan
Tanah aluvial adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.
4. Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu rendah / dingin.
5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi
Tanah vulkanis adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.
6. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung.
7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur
Tanah mediteran adalah tanah sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
8. Tanah Gambut / Tanah Organosol
Tanah organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera.






Jasa Pancang dan Penyediaan Tiang Pancang









Sedia Jasa Pancang dan Jual Tiang Pancang atau Mini Pile di Jakarta, Pabrik Tiang Pancang Beton Berkualitas dan Bermutu Tinggi serta Harga Bersaing serta Kontraktor Tiang Pancang Beton Di Jabodetabek dan sekitarnya
harga tiang pancang bersaing mutu berkualitas, harga tiang pancang beton 20 x 20, harga tiang pancang beton 25 x 25, harga tiang pancang beton 30 x 30, harga tiang pancang beton 35 x 35, harga tiang pancang beton bersaing, harga tiang pancang beton kompetitif, harga tiang pancang beton mini pile, harga tiang pancang beton paling murah, harga tiang pancang beton per m, jenis tiang pancang bervariasi, kontraktor tiang pancang jakarta, kontraktor tiang pancang kalimantan, kontraktor tiang pancang sulawesi, kontraktor tiang pancang sumatera, kontraktor tiang pancang Jabodetabek, metode pemancangan tiang pancang, pabrik tiang pancang berkualitas, pabrik tiang pancang bermutu tinggi. Dengan Mesin 120 ton , 240 ton dan 500 ton....